Terpopuler & Terbesar di Indonesia

Category: Main (page 1 of 5)

Rossi, Forgive Me, Sebaiknya Anda Gantung Roda

Punyai hoby menulis, jalanan, silaturrahmi, nge-blog, youtuber atau konten creator di MbGb Kanal. Pemilik website maliamiruddin57.blogspot.com, maliamiruddinmetro.blogspot.com. Pekerjaan dasarnya sebagai Kepala Keluarga dgn 1 istri dan 3 anak, sekalian jadi guru untuk anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Metro Lampung

Seterusnya

Tutup

Benar-benar Covid-19 ini membuat sedih khalayak, ditambah khusus untuk pencinta balapan roda dua ini. Moto GP ialah balapan berprestise yang disukai banyak kelompok di penjuru dunia.

Apa lagi beberapa kiprah balapan, rupanya melahirkan racer-racer baru yang prospektif. Dengan resiko rider kawakan harus terima kalah oleh rider yang lain semakin lebih muda dan perform yang lebih kece.

Seringkali saya perhatikan di sejumlah balapan saat sebelum zaman Covid-19 menerpa, kesaktian Valentino Rossi seperti telah jauh dari kata luar biasa. Bagaimana tidak, sesudah kian waktu jadi pujaan pencinta balapan sepeda motor ini, rupanya karier putra kelahiran Italia ini makin jauh dari yang diinginkan. Untuk capai tribune pertama telah empot-empotan.

Saya anggap apa yang dilaksanakan Rossi cukup bagus, kenyataannya sejauh ini nama Rossi selalu ada di cover-cover majalah olahraga walau tidak raih tribune pertama.

Walau dengan berkurangnya perform Rossi walau di circuit kecintaannya, bisa saja ini jadi penanda jika. Rossi memang seharusnya menggantung Roda sepeda motor Yamaha kecintaannya.

Apa yang memaksakan Rossi harus menggantung Roda?

Pertama, Usia yang tidak lagi muda

Sebagai rider dengan kekuatan. Syang di atas rerata, rupanya di umurnya yang makin naik yaitu di atas kepala 4nyatanya kekuatannya makin melorot.

Saya menduganya karena energi seorang rider yang capai umur di atas 41 tahun memang alami kemunduran. Bukan hanya pada circuit saja, karena pada rider lain kecuali Moto GP. Sumur rider akan punya pengaruh pada prestasi di atas trek.

Walau umur atau usia tak lagi muda, rupanya Rossi membuka type figur yang kalah dari umur. Kenyataannya sampai saat ini namanya selalu terpajang di jejeran beberapa nama rider lain walau tak lagi diurutan nomor top. Seperti pernyataanya jika rider baru rupanya bisa lebih cepat dari dianya:

Alex Rins Juarai MotoGP 2020 Aragon

Pada gelaran MotoGP 2020 yang berjalan di circuit Aragon, Spanyol pembalap tuan-rumah dari team Suzuki sudah masuk finis pada posisi pertama. Moto GP 2020 Aragon yang mulai start telat satu jam ingat trek dipandang beresiko untuk keselamstan pembalap, pada akhirnya diawali jam 20.00 Waktu Indonesia Barat.

Alex Rins yang perlu start pada status ke 10 perlahan tetapi tentu sukses menyikat di depan. Bersama pembalap Suxuki yang lain Joan Mir sukses menyikat di posisi empat besar sejauh trek.

Masuk finis ada di belakang Alex Rins, pembalap dari team Honda Alex Marquez. Adik juara bertahan Marc Marquez ini sudah memahat prestasi 2x runner up semenjak MotoGP 2020 Perancis di Le Mans.

Pada posisi ke tiga masuk finis Joan Mir dari team Suzuki. Pembalap dari team Yamaha Maverick Vinales yang sempat pernah unggul sampai laps ke 16 pada akhirnya masuk finush di posisi ke 4. Diikuti pembalap asal Jeozng dari team Honda Takaagi Nakagami pada finis posisi ke 5.

Pembalap Yamaha yang lain Franco Morbidelli cuman sanggup menempati posisi ke 6. Sementara Andre Dovizioso dari team Ducati cuman sanggup masuk finis pada posisi ke 7. Pembalap Cal Crutchflow, Jack Miller dan Johann Zarco beruntun masuk finis pada posisi 8, 9 dan 10.

Pada MotoGP 2020 yang kompetisinya benar-benar seru ini, pada akhirnya sesudah menuntaskan MotoGP 2020 Aragon bawa Joan Mir sukses masuk klassemen 1 dengan nilai 121 sesudah sukses melampaui Fabio Quartararo yang start pada row depan, tetapi cuman sanggup masuk finis pada posisi ke 18 dan kantongi 115 point.

MotoGP 2020 Aragon yang tidak dituruti oleh pembalap populer Valentino Rossi yang terkena. Covid-19, team Yamaha pada akhirnya harus senang diwakilkan Maverick Vinales yang sukses masuk klassemen ke 3 dengan 109 point.

Pembalap Ducati Andre Dovizioso yan masuk finis pada posisi ke 7 cuman sanggup menempati klassemen ke 4 dengan 106 point.. Dituruti pembalap Honda asal Jepang Takaagi pada klassemen ke 5 dengan 92 point a.

Setelah Jadi Pecundang, Alex Rins Menjadi Pemenang di MotoGP Aragon 2020

Cuman berjeda satu minggu, tetapi perolehan Alex Rins seperti roller coaster. Saat di MotoGP Le Mans (11/10), dia harus jatuh saat mempunyai kesempatan memenangi balapan.

Apa yang terjadi kepadanya tidak terlepas dari kekeliruan yang ia bikin seperti pada Jerez. Dia juga berasa seperti rider baru di MotoGP yang “salah tingkah” saat sukses mendapati kecepatan terbaik.

Tetapi, hal tersebut tidak terjadi di balapan Aragon, Spanyol (18/10). Dia memang tidak mengawali balapan dari status depan, persisnya di status 10. Tapi, status itu jauh lebih bagus dibanding mengawali balapan di Prancis. Maknanya, kesempatannya untuk bikin start bagus akan semakin besar.

Perkiraan itu rupanya betul terealisasi saat ia bisa cari segi yang pas untuk masuk di kelokan pertama. Dia sukses menyamakan irama kecepatan dari rider paling depan, terutamanya trio Yamaha; Maverick Vinales, Fabio Quartararo, dan Franco Morbidelli.

Tidak perlu waktu yang lama untuk Rins untuk dekati Morbidelli dan Quartararo. Entahlah kenapa, pada balapan ini ada yang keliru dari Quartararo. Rider Prancis itu secara perlahan yang tentu mulai kedodoran.

Morbidelli juga manfaatkan itu untuk isi urutan ke-2. Status Quartararo makin melorot sesudah disalip Alex Rins. Sekarang, Rins harus bertarung dengan Morbidelli yang seperti terlihat sedang membikinkan jarak ke Maverick Vinales agar kabur.

Tetapi, persoalan ban kelihatannya menerpa Morbidelli. Dia pada akhirnya tidak sanggup meredam Rins, dan Rins pada akhirnya makin melekat ketat Maverick Vinales.

Dibanding Morbidelli, Vinales lebih susah untuk dikalahkan oleh Alex Rins. Kecepatan Vinales masih lumayan bagus. Cuman, tinggal menanti waktu untuk Rins agar bisa menyabotase tempat paling depan.

Sesungguhnya saat Rins sukses mendahului Vinales, di sana mulai ada skeptis pada rider dengan nomor 42 ini. Berdasar yang telah berakhir, Rins termasuk susah jaga irama saat pimpin balapan.

Bahkan juga, saat dia pernah meraih kemenangan di musim 2019, waktu itu dia memercayakan tanding di kelokan paling akhir diperputaran paling akhir menantang Marc Marquez. Maknanya, dia lebih pas sebagai pemburu dibanding pimpinan balapan.

Tetapi, bila menyaksikan jalannya balapan kesempatan ini, keputusan Rins untuk selekasnya menggantikan status paling depan ialah tepat. Bisa dibuktikan, Vinales kehilangan kecepatan dan lagi melorot. Mujur, dianya mampu menjaga urutan ke-4.

Tampil Impresif, Alex Marquez Naik Podium 2, Joan Mir Ambil Alih Juara Klasemen Sementara

Balapan MotoGP seri Aragon ini hari aslik hebat sekali. Alex Rins menjadi juara seri MotoGP yang berjalan di Spanyol ini hari. Senangnya Suzuki jadi berlipat karena Joan Mir naik tribune. Suzuki memang menggila ini hari, tetapi Man of The Race ini hari ialah Alex Marquez. Mengawali balapan dari status 11, Alex Marquez raih tribune dua.

Yamaha yang mendominasi sesion kwalifikasi, cuman sanggup jadi pemirsa pertempuran Honda dan Suzuki. Karena Valentino Rossi mangkir balapan sesudah positif COvid-19, Maverick Vinales berusaha sendirian buat Yamaha MotoGP. Vinales finish ke-4.

Yamaha Petronas SRT tidak lebih bagus dari Yamaha MotoGP. Franco Morbidelli finish ke enam dan Fabio Quartararo justru finish ke 18. Hasil yang paling buruk ini membuat Quartararo tergusur dari pimpinan klassemen sementara MotoGP 2020. Joan Mir jadi pemuncaknya saat ini. Tetapi Mir harus siaga karena jarak pointnya dengan Quartararo tertaut 6 point saja.

all spanish pembalap di tribune (dok.motogp.com) Tetapi separahnya Yamaha, Ducati lebih kronis justru. Andrea Dovizioso finish ke-7 , tetapi jarak dengan Alex Rins benar-benar jauh, 8.639 detik. Pada sesion kwalifikasi justru semua pembalap Ducati harus masuk di Q1. Danilo Petrucci pada akhirnya selamatkan muka Ducati dengan maju ke Q2.

Lolosnya Petrucci membuat temperatur di garasi Ducati panas. Andrea Dovizioso geram sampai membanting gloves nya karena memandang Petrucci “nakal”.

Petrucci bela diri dengan ngomong jika dia cuman memakai semua peluang yang dia punyai untuk memperoleh hasil yang bagus. Petrucci dan Dovizioso musim depan pisah dengan Ducati.

Jalannya Balapan

Balapan dimundurkan sejam karena track temperaturnya masih rendah. Morbidelli memulai balapan yang sejumlah 23 lap ini dengan start prima. Tetapi dia melebar di tengah lap pertama dan Vinales menyikat di depan. Alex Rins yang mengawali balapan dari status 10 ngebut sampai ke status 4. Hebat 4 sekarang ini ialah Vinales, Quartararo, Morbidelli dan Alex Rins.

Lap ke-4 Rins lalui Morbidelli buat status 3. Quartararo tulis fastest lap 1:48:606. Pecco Bagnaia jatuh dan out dari balapan. Vinales mempimpin balapan tertaut 0,724 detik dari Quartararo. Lap ke enam Alex Marquez lalui Miller buat status 6.

Joan Mir, Calon Kuat Juara Dunia MotoGP 2020

Saat kecelakaan maut yang mengantarkan Marc Marquez ke meja operasi dan pemulihan yang lumayan lama, Fabio Quartararo atas nama Perancis dirumorkan akan terima tongkat estafet kemasyhuran Spanyol di MotoGP sepanjang satu dasawarsa paling akhir.

Tetapi perform Quartararo yang tidak stabil membuat perebutan persaingan titel juara makin ketat. Brad Binder, Andrea Dovizioso, Miguel Oliviera, Franco Morbidelli, Maverick Vinales, Danilo Petrucci dan Alex Rins dikatakan sebagai kompetitor khusus Fabio Quartararo karena pernah memenangkan balapan pada musim ini.

Tetapi, terkini, saat sebelum seri kesepuluh MotoGP yang diselenggarakan di Aragon pada tanggal 18 Oktober 2020, cukup banyak orang mulai mengulas nama Joan Mir sebagai salah satunya calon juara dunia MotoGP tahun ini.

Bermula dari tragedi membuat malu Valentino Rossi di San Marino dan merampas tribune tiga. Pria berkebangsaan Spanyol ini menjaga performnya pada dua balapan selanjutnya dengan cetak hattrick tribune, prestasi monumental untuk pembalap Suzuki semenjak tahun 2000.

Selanjutnya pada seri kesepuluh MotoGP Aragon tempo hari, dia kembali mencatat namanya di tribune tiga dan geser status Fabio Quartararo dari puncak klassemen sementara MotoGP 2020. Prestasi ini adalah prestasi monumental untuk Suzuki karena baru terulang lagi sesudah 20 tahun.

Klassemen MotoGP 2020 selesai balapan MotoGP Aragon, Joan Mir paling atas. Photo: dok.internet lewat detik.com

20 tahun lalu, persisnya di tahun 2000, Kenny Roberts Jr, seorang pembalap asal. Amerika Serikat yang dikontrak Suzuki GSV-R sepanjang 6 tahun dari tahun 1999 s/d tahun 2005, jadi simbol Suzuki.

Pembalap yang sukses memutus rekor Honda memenangkan kejuaraan sepanjang enam tahun. Sberturut-turut adalah pembalap Suzuki paling akhir yang cetak. Shattrick tribune pada balapan ke-2 , ke-3 dan ke-4. Di Malaysia dan Spanyol dia raih tribune 1 dan Jepang tribune 2. Dia jadi pembalap Suzuki paling akhir yang menempati posisi teratas klassemen sementara MotoGP.

Di tahun 2001 s/d 2019, sepanjang 20 tahun berjalan, Suzuki betul-betul menderita dan jatuh karisma. Bahkan juga hampir terdepak dari kompetisi MotoGP. Baru MotoGP 2020, Joan Mir tampil sebagai salah satunya calon juara dunia sesudah mengulang-ulang prestasi seniornya Kenny Roberts Jr.

Kali Ini Sepakat dengan Pemikiran Valentino Rossi

Nama Valentino Rossi benar-benar menempel dengan gelaran olahraga balap namanya MotoGP. Bahkan juga, sekian tahun lalu, seputar 2000-an tengah sampai 2010-an awalnya, saya kerap dengar ada yang selalu ngomong, “saya ingin melihat Rossi”, bukannya melihat MotoGP.

Saya juga mengaku bila nama Rossi benar-benar terkenal dan paling punya pengaruh dalam jagat MotoGP. Dia ialah rider yang selalu stabil ada di baris paling depan di tiap balapan. Bila seorang rider kerap ada di muka, automatis ia kerap tersorot camera.

Itu yang membuat beberapa orang jadi akrab dengan Rossi. Belum juga dengan prestasinya yang cemerlang. Bahkan juga, dia pernah memenangkan MotoGP secara berturut-turut dan kadang-kadang cuman sanggup digeser oleh rider lain.

Bila dihitung semenjak 2001 sampai 2009, cuman ada dua rider yang sanggup juara kecuali Valentino Rossi. Dua rider itu ialah Nicky Hayden pada 2006 dan Casey Stoner 2007.

Maknanya, Rossi sanggup memenangkan 7 musim dengan perolehan 5 kali berturut-turut pada 2001-2005. Perolehan itu makin khusus, karena dia melakukan dengan 2 pabrikasi berlainan, Honda (NSR dan Repsol) dan Yamaha (Faktory).

Sesudah sempat pernah digeser dua musim berturut-turut oleh rider Amerika Serikat dan Australia itu, Rossi bangkit kembali. Dia sukses merangkul dua gelar yang selanjutnya tanpa diperhitungkan (seperti) jadi dua gelar terakhir kalinya.

Periode kemasyhurannya mulai terkikis, walau sesungguhnya masih ada di perform yang mengagumkan. Tetapi, semenjak kehadiran Jorge Lorenzo di Yamaha pada 2008, perolehan Rossi cukup labil.

Hal tersebut diperburuk pada 2010, saat Yamaha kembali pesta juara dunia, tapi tidak dengan Rossi. Jorge Lorenzo yang sukses merangkul juara dunia pertama kalinya.

Gaya juara dunia 2010; Toni Elias (Moto2), Jorge Lorenzo (MotoGP), dan Marc Marquez (125 cc). Gambar: AFP lewat Bola.net Meskipun itu ialah perolehan pertama Lorenzo di MotoGP, dan Rossi masih tetap sanggup finish ke-2 pada musim itu. Tapi, hasil itu sudah lumayan banyak memengaruhi kemapanan Rossi di Yamaha, di MotoGP.

Bahkan juga, walau pada 2015 Rossi benar-benar dekat dalam usaha raih gelar kesepuluh atau kedelapan di kelas MotoGP, dia cukup kesusahan untuk menyaingi Jorge Lorenzo dan rider yang lain, Marc Marquez. Bukan masalah kekuatan, tetapi lebih menuju jaga konsentrasi.

Balapan MotoGP 2020

Saya jujur bukan hoby bermain balapan motor, baik itu di jalanan raya atau di circuit sah. Namun saya benar-benar suka jika menunggangi motor yang saya punya. Ada rasa optimis , rileks, nikmati perjalanan dan yang khusus dapat sampai ke tujuan dengan aman. Kecepatan motor yang umum saya gunakan rerata 60-90 km/perjam, itu juga telah begitu cepat bagaiku yang berada di asia ni.

Jika menyaksikan balapan MotorGP yang umum ditanyangkan di sala stu TV swasta nasional, saya jadi benar-benar takjub sekali akan psikis yang dimiliki beberapa rider. Mereka tidak punyai rasa takut akan terjadi kecelakaan yang dapat jadikan cacat badan atau merengut nyawa beberapa rider. Ini lah tontonan tv yang paling mengasikan dan benar-benar tegang sekali.

Melihat balapan Motor GP tahun 2020 seri kesepuluh di Ciudad del Motor de Aragon,Alcaniz,Spanyol, di hari Minggu tanggal 18 Oktober 2020 malam WIB, yang ditayangkan langsung Trans7 benar-benar mencekam. Saya tidak memerhatikan. Sbeberapa nama beberapa pembala itu, tapi semua rider yang ditanyangkan tv itu saya lihat, mereka semua mempunyai psikis benar-benar kuat sekali. Bagaimana dengan renyut jantungnya beberapa rider itu ?

Si juara dalam balapan motor. GP itu ialah pembalap Suzuki : Alex Rins , diikuti Alex Marquez (Repsol Honda) dan Joan Mir yang memakai Suzuki pada tempat ke-3 . Banyak narasi dalam balapan itu, diantaranya dari 2 Alex (Rins dan Marquez ) yang menjelaskan: “Tetapi kami perlu pikirkan mengenai segi positif kecil dan segi. Spositif kami ini hari ialah dua Alex (Rins dn Marquez) finish di muka Joan. Tetapi selanjutnya teknannya bukan berada di saya.”

Sampai balapan itu untuk. klasmen sementara Balapan MotoGP 2020 ialah: Joan Mir pimpin klasmen. Ssementara dengan poin 121 dan rangking ke-2 ialah. Fabio Quartararo diperingkag ke-2 dengan 115 poin. Perlombaan terseut masih tersisa lima balapan , moga bisa ditayangkan TV langsung tersisa lomba balapan motor GP itu.

Franco Morbidelli Rajai MotoGP 2020 Teruel

Duka cita menerpa sesudah Jorge Lorenzo memilih untuk pensiun pada seri terakhir di GP Valencia 2019 kemarin. Saya benar-benar susah meredam air mata karena Por Fuera adalah rider yang temani saat-saat cantik saat remaja.

Rossi, Lorenzo, Stoner, dan Pedrosa ialah 4 rider yang kurang lebih mengubah penglihatan saya akan balapan MotoGP. Yang semula sekedar hanya selingan pragmatis, jadi sebuah persaingan yang memikat untuk dikaji. Tetapi 2019, zaman itu perlahan-lahan menghilang dan cuman tersisa The Doctor di umur senjanya.

Balik ke topik, Lorenzo memilih untuk mengakhiri kariernya sesudah tidak sanggup untuk tampil seperti harapan bersama Honda. Ditambahkan luka punggung yang kronis harus dia penderitaan sesudah jatuh di Circuit Assen 2019 kemarin.

Walau sebenarnya khalayak menginginkan kompetisi di antara Lorenzo dan Marquez semakin lebih menghangat bersama Repsol Honda. Bahkan juga saya sempat pernah memikir akan terjadi Senna versus Prost dalam versus MotoGP. Kenyataannya harapan itu hanya angan semata dan si juara dunia 5 kali tidak ingin melanjutkan kesusahannya itu.

Sebentar sesudah Lorenzo memundurkan diri, bursa rider sempat pernah menghangat walaupun cuman sesaat. Cal Crutchlow dan Johann Zarco ialah 2 nama yang marak dihubungkan menjadi tandem Marc Marquez di Repsol Honda.

Tetapi saat itu juga surprise itu juga datang sesudah Honda memilih untuk mengambil Alex Marquez, adik dari Marc Marquez yang bisa menjadi suksesor Lorenzo di bangku ke-2 pabrikasi Honda dan temani si kakak. Keputusan itu membuat masalah dan anggapan banyak muncul seperti awan yang bersebaran di birunya langit.

Tidak sangsi, Alex Marquez menjadi bulan-bulanan anggapan yang mengarah menuju “menyepelekan”.

Di bawah bayangan si kakak

Alex barusan naik kelas ke MotoGP sesudah satu tahun awalnya sukses jadi juara dunia di kelas Moto2. Perjuangannya juga benar-benar tidak gampang. Minimal Alex memerlukan waktu sampai 5 musim (2015-2019) untuk dapat raih gelar itu. Sudah pasti khalayak akan memperbandingkan dengan perolehan si kakak.

Tahun 2010 Marc Marquez jadi juara dunia di kelas 125cc. The Baby Alien sanggup menjadi lagi juara dunia di kelas Moto2 pada tahun 2012. Selanjutnya dia langsung jadi juara dunia pada tahun pertama kalinya berkomptisi di MotoGP pada tahun 2013. Marc lagi menanamkan tongkat kemasyhurannya sampai tahun 2019 kemarin.

Rumor Marc Marquez Absen Sampai Akhir Musim dan Secuil Catatan Perburuan Juara MotoGP 2020

Takaaki Nakagami yang diunggulkan memenangkan MotoGP seri Teruel Spanyol ini hari harus akhiri balapan saat lap pertama belum usai.

Nakagami akhir pekan ini jadi perhatian karena raih pole position. Dia jadi pembalap Jepang pertama yang raih pole position sesudah 16 tahun. Sayang hasil race benar-benar anti klimaks. Nakagami jatuh di lap pertama dan out dari balapan.

Tidak cuma Nakagami yang sial. Alex Marquez tidak berhasil menulis hasil sebagus pekan kemarin. Alex Marquez kudu good bye sama #AlcanizGP sesudah jatuh saat balapan sisa 10 lap. Cukup mengesalkan karena Alex Marquez kembali on fire sekali.

Juara seri Teruel dicapai Franco Morbidelli yang tidak terjamah semenjak awalnya lap. Morbidelli menang gampang sekalian selamatkan muka Yamaha karena Vinales dan Quartararo tidak dapat banyak berbuat di Teruel. Vinales dan Quartararo cuman sanggup finish ke 7 dan 8 di seri ini.

dua pembalap Suzuki di tribune (dok.motogp.com) Hasil mempesona dicapai duet pembalap Suzuki, Alex Rins dan Joan Mir yang raih tribune dua dan tribune tiga. Joan Mir menurut saya patut jadi man of the race karena mengawali balapan dari status 12.

Tribunenya Mir membuat dianya semakin kukuhkan diri di status pimpinan klassemen sebentar. Dia tertaut 14 point dengan Quartararo yang berada di urutan ke-2.

Tidak cuma Nakagami yang gagak menuntaskan lap pertama MotoGP seri Teruel, tetapi ada Merek Binder dan Jack Miller. Miller tidak geram digeret Binder ke gravel, karena ucapnya Ducati sudah usai. Kecewanya Miller dapat dimaklumi. Semua pembalap Ducati harus masuk Q1 dan cuman Johann Zarco yang maju ke Q2.

Takaaki Nakagami sial (dok.motogp.com) Jalannya Balapan

Balapan berjalan 23 lap. Nakagami lakukan start prima dan ngacir di muka. Lumayan menjanjikan. Sayang ban belum panas membuat motor Taka sliding di kelokan 5. Taka nggelosor ke gravel dituruti tatapan mata pecinta balapan yang shock. Menunduk Taka membonceng motor Marshall dan kembali ke garasi. Dia masih menunduk saat di garasi. Tidak tega liatnya euy.

Apa yang Membuat Nakagami Terjatuh?

Alcaniz GP tersisa sebuah cerita yang terus akan dikenang pada musim 2020 ini. Morbidelli jadi juara dengan yang tidak biasa. Dibalik semua permasalahan yang dirasakan Yamaha di Aragon, secara perkasa dia sanggup meredam gempuran dari Rins yang tetap mengikutinya dari awalnya lomba. Kemenangan itu bawa si siswa The Doctor ini untuk menempati status 5 besar klassemen dan masih mempunyai peluang menjadi juara dunia…

Joan Mir, kembali menunjukkan fenomena stabilitas dalam dianya untuk meredam semua ego dan penekanan yang menimpa. Tidak ada yang dapat membendung psikis rider asal Spanyol ini untuk makin kukuhkan tempatnya sebagai puncak klassemen. Start dari status keduabelas, benar-benar bukan permasalahan untuk dianya untuk melalui 9 rider di depannya dan tempati tribune ke-3 .

Tetapi minggu yang anti-klimaks malah dirasakan oleh Honda. Ketika mereka sukses raih hasil positif di circuit yang serupa pekan kemarin, selanjutnya mereka ‘zonk’ di balapan kesempatan ini. Alex Marquez harus jatuh walau sebenarnya dia sudah ada di urutan ke-4 dan balapan tersisa 7-8 lap kembali. Hasil itu tidak berhasil lengkapi perolehan luar umumnya pada minggu kemarin yang sanggup finis di urutan ke-2. Dan yang tidak kalah tragisnya dirasakan Takaaki Nakagami.

Dia sukses membuat suatu fenomena sesudah sanggup raih pole position. Nakagami sukses jadi orang Jepang pertama yang sukses start paling depan sesudah 16 tahun lama waktunya. Benar-benar mengagumkan, dan performanya yang konstan sejauh musim 2020 ini telah cukup buat jadi landasan yang kuat untuk tempatkan dia sebagai calon juara dalam balapan.

Celaka, dia jatuh saat balapan baru saja berjalan 5 kelokan saja. Akhirnya, Taka tidak berhasil meneruskan balapan dan tersisa kekesalan yang cukup dalam. Apa yang sesungguhnya terjadi pada Nakagami, walau sebenarnya dia sudah memulai balapan dengan baik sekali di 4 kelokan awalnya???

Penekanan yang besar

Kita ketahui jika pada balapan ini Nakagami sukses raih pole position pertama kalinya semenjak dia kiprah di MotoGP di tahun 2018. Ditambahkan lagi perform motor yang sangat berteman dengan dianya jadikan ekspekstasi khalayak jadi semakin lebih tinggi. Pasti dibalik semua keuntungan karena itu bakal ada rugi yang menemani, dan itu dirasa sendiri oleh Nakagami.

error: Content is protected !!