Sesudah 20 tahun, Suzuki ulang kemasyhuran di kelas khusus grand prix motor. Pabrikasi asal Hamamatsu itu memenangi perjudian atas opsinya ke Joan Mir, pembalap yang cuman satu tahun mengaspal di kelas media, Moto2.

Sesudah 20 tahun, Suzuki ulang kemasyhuran di kelas khusus grand prix motor. Pabrikasi asal Hamamatsu bola online terpercaya itu memenangi perjudian atas opsinya ke Joan Mir, pembalap yang cuman satu tahun mengaspal di kelas media, Moto2.Hampir Capai Triple Crown

Suzuki sesungguhnya mempunyai peluang untuk cetak rekor triple crown pada musim kemarin yaitu jadi jawara di katagori pembalap, team dan pabrikasi sekalian. Tetapi Ducati sukses melumpuhkan pergerakan team biru lewat tindakan berkilau Jack Miller di pengujung musim.

Perform Alex Rins – Joan Mir juga cukup berkilau. Bahkan juga duet pembalap Spanyol itu 4 kali berdiri bersama di tribune alias double tribune.

Prestasi cemerlang Suzuki benar-benar tidak disangka awalnya. Davide Brivio sebagai manager team memikir jika Suzuki akan lewat perjalanan berat pada musim 2020. Dengan diawali cedera pundak yang dirasakan Alex Rins dari awalnya musim yang membuat performanya tidak optimal sampai beberapa seri.

Tetapi bukti berbicara lain. Stabilitas Joan Mir sanggup mengubah kondisi. Rins juga sukses bangun sampai makin lama bertanding di 3 besar klassemen. Titel juara dunia juga digembok Joan Mir satu seri menjelang usainya musim.

Sesudah 20 tahun, Suzuki ulang kemasyhuran di kelas khusus grand prix motor. Pabrikasi asal Hamamatsu itu memenangi perjudian atas opsinya ke Joan Mir, pembalap yang cuman satu tahun mengaspal di kelas media, Moto2.

Jaga Gelar, Suzuki Taruhan Kembali

Informasi mengagetkan tiba dari Davide Brivio awalnya Januari kemarin. Akan cari rintangan baru, dia terima pinangan team Alpine F1. Informasi itu juga mencengangkan banyak faksi.

Pertaruhan alternatif Brivio juga tersebar. Bekas manager team Ducati dan Repsol Honda, Livio Suppo secara terus-terang mengatakan minatnya. Legenda Suzuki, Kevin Schwantz juga di rasa pas untuk menempati bangku kosong itu. Paling akhir nama manager Sky Racing Tim 46, Pablo Nieto disentil-singgung.

Tetapi Suzuki bergerak serta lebih pilih menduetkan kepala project MotoGP Suzuki, Shinichi Sahara dan Direktur Teknis-nya, Ken Kawauchi sebagai alternatif Brivio. Kembali, Suzuki lakukan perjudian ketika penting, menjaga titel juara dunia.