Sepotong bait lagu elpamas ini kelihatannya pas untuk jadi cerita nasihat untuk Valentino Rossi sekarang ini. Dengan tidak kurangi rasa hormat dan senang atas prestasi mengagumkan yang dicatatkan Valentino Rossi di dunia Motor Grandprix semenjak tahun 1996 (kelas 125cc), menurut irit penulis telah datang periodenya untuk pensiun. Umur yang tidak muda kembali jadi argumen khusus untuk The Doctor supaya mulai mengundurkan diri dari dunia balap MotoGP. Rossi bukan dewa atau manusia super, ia sama sama kita semuanya yang jiwa raganya akan alami pengurangan kualitas saat telah melalui periode keadaan maksimal perkembangan.

Memang tidak dapat kita sangkal, prestasi yang ia ukir sejak pertama kalinya terjun di dunia agen togel indonesia balap motor dunia tahun 1996 benar-benar mengagumkan, di mana ia bersama team pabrikasi Aprilia cuman perlu 2 (dua) musim menjadi Juara di kelas Motor Grandprix kelas 125cc di tahun 1997. Satu tahun selanjutnya yakni pada tahun 1998 bersama team pabrikasi Aprilia. Valentino Rossi naik kelas ke Moto2 atau Motor Grandprix kelas 250cc, dan ditahun pertama ini The Doctor bisa langsung menyikat RunnerUp Moto2. Sdan pucuknya pada tahun 1998, Valentino Rossi mencatat namanya jadi jawara di kelas Moto2.

Tahun 2000, jadi awalnya. The Doctor mengadu nasib coba keberuntungan dan mengetes keterampilan nya. Sdi kelas paling berprestise. Motor Grandprix yakni di Kelas 500cc bersama team pabrikasi Honda. Walau sudah banyak narasi dan cerita jelek profesi rider. Moto2 atau Motor Grandprix 125cc yang awalannya. Sberkilau (di kelas setiap) tetapi demikian masuk di kelas “beberapa dewa motor” prestasinya turun bahkan juga remuk. Tetapi tidak begitu dengan. Valentino Rossi yang mencatatkan prestasi yang hampir serupa saat ia bertanding di kelas-kelas awalnya. Sdi mana cukup 2 (dua) musim agar bisa meraih prestasi paling tinggi di kelas 500cc. Tahun 2001, The Doctor jadi juara dunia. Motor Grandprix kelas 500cc yang selanjutnya pada tahun 2002 beralih menjadi kelas MotoGP asia atau eropa saat ni.