Ajang MotoGP 2020, jadi saksi kelahiran beberapa rider muda. Kecuali muda, juga bersaing. Mangkirnya Marc Marques yang memimpin tribune juara tahun-tahun ini, memang membuat gelaran balap roda paling prestise ini makin memikat. Musim 2020 diikuti dengan lahirnya juara baru di tiap seri.

Papan klassemen konstruktor pun tidak dikuasai satu merk tertentu. Nafsu ini yang raib dalam Ajang agen slot online terpercaya MotoGP pada 4 tahun terakhit. Bagaimana tidak, supremasi Marques di sejumlah tahun akhir membuat gelaran balapan MotoGP nampak monoton. Lu kembaliā€¦ lu kembali.

Walau demikian, ditengah-tengah bermunculannya pembalap-pembalap muda yang notabene mempunyai kemampuan balap yang oke, rasanya tidak ada antara mereka yang sanggup menyeimbangi Valentino Rossi. Bukan dalam keterampilan membalap tentunya, karena kenyataannya pada musim ini, beberapa rider muda ini, berganti-gantian mengasapi VR46.

Bukan itu. Satu perihal yang masih belum dapat disertai beberapa punggawa MotoGP dari figur VR46 ialah daya magnet dan pamor Rossi di mata beberapa pecinta MotoGP di penjuru dunia.

Marq Marquez sendiri, walau menjelma jadi monster di circuit -bahkan sampai dipanggil “Baby Alien”-, belum sanggup menyeimbangi daya magnet Valentino Rossi di MotoGP.

Kenyataannya, merk VR46 masih sangat menjual dibandingkan MM93. Ini dapat disaksikan dari sponsor dan penggemar MotoGp yang lebih tertarik pada VR46.

Hal yang juga sama nampak pada perbedaan reputasi ke-2 nya di basis sosial media. Di basis Twitter, penganut account personal Vale unggul dalam jumlah 5,5 juta orang sebanding dengan 2,5 juta orang penganut account personal Marquez.

Begitupun di basis Facebook dan Instagram, jumlah penganut VR46 di ke-2 basis ini selalu lebih baik dibandingkan penganut account MM93.

Bisa maka kekalahan reputasi ini, disokong oleh factor individu Marq Marguez yang tidak mau cari rintangan baru di team kecuali Honda Racing Tim.

Keputusan Marquez yang pilih masih berada di Honda, cukup menyebalkan untuk penulis. Bagaimana tidak, ekstensi kontrak MM93 dengan Honda, menambahkan sangkaan penulis dan beberapa pecinta kelas beberapa raja jika ajang MotoGP makin menjemukan karena dikuasai oleh seseorang rider.

Kombinasi Marquez dengan kendaraannya di Honda memang membuat ia seperti ada tingkat berlainan, tidak terjamah rider lain. Tapi ini membuat kompetisi Marquez dengan rider yang lain makin jomplang.