Website Online Terbaik & Terpercaya

Terpopuler & Terbesar di Indonesia

Archives (page 3 of 5)

The Blue Boy’s Mengguncang Sirkuit Valencia

Pada balapan MotoGP seri keduabelas yang berjalan di Circuit Ricardo Tormo, Valencia tempo hari fans MotoGP menyaksikan panorama tidak wajar, Dua buah motor berkelir biru finis di status satu dan dua. Motor apa itu kiranya?

Rupanya motor Suzuki itu punya dua anak muda cakep namanya Joan Mir dan Alex Rins. Ke-2 anak muda ini selanjutnya membuat riwayat. Mereka sukses bawa Suzuki sejajar bernama besar seperti Honda, Yamaha dan sudah pasti Ducati yang telah lama berpengalaman di dunia MotoGP.

Joan Mir pada akhirnya “pecah telur” sesudah sukses memenangkan MotoGP Valencia 2020. Ini jadi kemenangan pertama untuk Mir sejauh kariernya di balapan MotoGP yang dimulainya semenjak tahun kemarin. Mir jadi pembalap berlainan ke-9 yang menjadi juara di seri keduabelas MotoGp 2020.

Ini jadi tribune ke-7 untuk juara Moto3 tahun 2017 lalu itu. Tujuh tribune itu 2x lipat jumlahnya dari perolehan tribune pembalap terbaik MotoGP yang lain. Maknanya dari statistik di atas itu, Mir memang patut jadi juara dunia baru MotoGp.

Awalnya banyak warganet yang menghina Mir dengan menyebutkan,”Apalah maknanya jadi juara dunia jika tidak sanggup memenangkan satu seri balapan.”

Sekarang premis itu telah luruh sendirinya. Jika pada balapan Valencia jilid dua pekan kedepan Mir dapat kembali raih minimal tribune tiga, karena itu pada balapan paling akhir di Portugal, Mir tak perlu ikut-ikutan balapan kembali karena ia telah sah jadi Juara Dunia MotoGP yang baru.

Untuk Pol Espargaro, penyeleksian ban Hard-Medium ini jadi penyesalan tertentu untuknya. Apa lagi team tidak punyai data komplet mengenai gabungan kompon ban ini di sejauh trek, karena team semula tidak merencanakan menggunakan kompon ini. Mendekati balapan baru Pol lakukan perjudian, karena menyangka suhu di circuit makin lebih panas dari mulanya.

Pada awal balapan, Pol selanjutnya “dikonsumsi” Rins di kelokan cepat. Mesin V-4 dengan ban Hard-Medium itu terlihat melebar dan memberikan ruangan dari segi dalam untuk disikat. Rins yang berada di asia sekarang ini.

Di Kalender Sementara MotoGP 2021, Sirkuit Mandalika Cuma Jadi Cadangan

Tanggal 7 November lalu Dorna sebagai pelaksana MotoGP, melaunching kalender sementara MotoGP 2021. Ada 19 seri dan 1 seri yang belum ditetapkan, yang masuk ke kalender sementara MotoGP 2021.

Sayang Circuit Mandalika Indonesia tidak masuk ke kalender sementara MotoGP tahun depannya. Status circuit Mandalika ialah cadangan berkompetisi dengan circuit Algarve Portugal dan Igora Drive Sirkuit Rusia.

Seri pertama MotoGP 2021 akan berjalan tanggal 28 Maret 2021 di Qatar, masih dengan balapan malamnya. Seri Thailand kembali tergabung dengan seri Asia yakni 10 Oktober

Ada seri baru di 2021 yakni seri Finlandia, tetapi tetap ada catatan dari Dorna. Finlandia baru dapat ditegaskan masuk kalender 2021 bila bisa lolos homologasi dari Dorna. Homologasi ialah lisensi khusus circuit MotoGP. Secara singkat, sebuah circuit harus penuhi standard circuit yang diputuskan Dorna.

Sesudah seri Finlandia, ada 1 seri yang masih belum ditetapkan oleh Dorna akan diselenggarakan di mana dan tanggal berapakah. Seri ini akan berjalan saat sebelum seri Austria tanggal 15 Agustus. Kelihatannya status kosong ini dihuni oleh Republik Ceko yang masih belum memberi kesediaannya untuk melangsungkan MotoGP 2021.

Kalender sementara MotoGP 2021 (dok.motogp.com) Dengan belum juga terangnya Ceko dan Finlandia yang menanti tes homologasi, ada 2 seri yang diperebutkan. Tetapi sepertinya sik kecil kemungkinan yaaaa Finlandia tidak lolos homologasi wong tes ride sudah diadain di situ. Jika Finlandia bisa lolos tes homologasi karena itu sisa 1 tempat kembali, itu juga kalau Ceko mundur dari ajang MotoGP 2021.

Menarik ada 3 negara yang berebutan paket seri MotoGP 2021. Portugal memang sudah niat melangsungkan balapan MotoGP dan tentu saja Indonesia.

Pendatang baru yang mendadak tampil ialah Rusia. Igora Drive Sirkuit ialah circuit hasil perancangan Hermann Tilke yang sah dibuka tahun 2019. Punyai kemampuan 50 ribu pemirsa, circuit ini mempunyai panjang 4.086 km dengan 16 kelokan.

Dengan Rusia dan Portugal melekat ketat Indonesia di pemburuan seri MotoGP 2021, bagaimana sich peluang Indonesia buat melangsungkan acara besar Internasional ini?

Belajar “Legawa” ala Yamaha MotoGP

Untuk fans gelaran balap motor berprestise namanya MotoGP, tentu sudah mengetahui persoalan yang ditemui oleh team asal Jepang itu. Saat sebelum seri Eropa diadakan (8/11), Yamaha sah dijatuhkan hukuman berbentuk pengurangan point.

Ada 50 point yang diambil dari Yamaha sebagai konstruktor. 37 point dari Petronas SRT dan 20 point dari Monster Energy Yamaha.

Pengurangan itu tidak berlaku ke rider, karena baiknya rider tidak tahu-menahu mengenai apa yang berada di manajemen motornya. Rider cuman tahu bagaimana supaya bisa memicu motornya dengan kuat dan menang.

Itu yang membuat keluh kesah atau ejekan dari pembalap-pembalap team musuh seperti terlihat perlakuan konyol. Karena, bila itu terjadi ke mereka, tentu mereka tidak terima andaikan dijatuhi hukuman.

Rider itu ibarat anak panah. Mereka cuman tergantung pada bagaimana sang pemanah bisa melebarkan tali busurnya mempersiapkan panahnya.

Bila pemanahnya tahu tehnik memanah secara baik, sang anak panah segera dapat melaju dengan deras dan pas target. Demikian demikian sebaliknya.

Pembandingnya, rider ialah manusia yang mempunyai kekuatan memikir, sedang anak panah tidak. Itu kenapa, rider dapat memberi saran (keluh kesah) ke team, dan team akan berusaha mendapati jalan keluarnya.

Saat semacam itu, belum pasti ada transparan di antara team dengan rider. Bisa hal tersebut disengaja, supaya rider lebih konsentrasi pada tehnis di circuit bukan di paddock.

Atas landasan itu, saya setuju jika rider tidak memperoleh pengurangan point. Karena, kita perlu menghargakan usaha berdarah-darah mereka di atas trek.

Terkecuali, bila itu mengenai doping, karena itu ceritanya cukup berlainan. Karena, doping ialah suatu hal yang masuk di pada tubuh rider.

Maknanya, ada kesempatan semakin besar jika rider tahu apakah yang sedang dia pakai untuk badannya. Bila selanjutnya dia akui tidak tahu-menahu, atau mungkin tidak menyengaja mengkonsumsinya, karenanya kekeliruannya.

Kenapa dia tidak mengikutsertakan beberapa orang yang kapabel di bagian kesehatan untuk menolongnya?

Disini, kita dapat sedikit tahu ketidaksamaan di antara yang mana dapat masuk di ranah rider langsung (internal), dan mana yang masih belum sampai ke ranah rider (external).

Dovizioso dan Aprilia Sudah Semestinya Saling Mendambakan

Sesudah menanti nyaris setahun, Tribuneal Arbitral du Sport (TAS) melaunching ketetapannya berkaitan dengan banding yang disodorkan oleh Andrea Iannone sesudah diganjar larangan hukuman membalap sepanjang delapan belas bulan yang dikeluarkan oleh Fdration Internationale de Motocyclisme (FIM) berkenaan sangkaan kasus pemakaian doping yang dilaksanakan oleh Iannone. TAS justru memberatkan hukuman Iannone jadi empat tahun larangan membalap. Vonis itu tidak salah jadi pukulan besar untuk The Maniac dan team Aprilia. Sekarang, Aprilia harus cari alternatif Iannone untuk musim depan dengan tenggat saat yang minim.

Saat sebelum ancaman untuk Iannone sah dijatuhkan, sebenarnya media telah jagokan beberapa nama yang dipandang punyai peluang untuk tergabung ke paddock Aprilia pada 2021 kedepan. Nama yang paling marak disebut diantaranya Andrea Dovizioso, Cal Crutchlow, Jorge Lorenzo, dan terakhir nama calon juara dunia Moto2, Marco Bezzecchi juga turut terbawa. Tetapi, nama Crutchlow sudah tentu tercoret dari kontestasi itu sesudah rider berumur 35 tahun itu dipublikasikan dengan cara resmi sebagai rider penguji untuk Yamaha per musim 2021 kedepan. Tergabungnya Cruthlow dengan Yamaha jadikan persaingan perebutan bangku panas di Aprilia makin meruncing.

Dari beberapa nama yang masih ada, sesungguhnya baik Dovizioso, Lorenzo, atau Bezzecchi punyai plus minus tertentu. Andrea Dovizioso bisa dibuktikan masih bersaing di umurnya yang sudah mencapai 34 tahun, tetapi berpenghasilan setinggi langit. Lorenzo punyai daya magnet tinggi dan dapat memberikan keuntungan secara komersial, tetapi sering tampil jelek setiap jalani test dengan. Yamaha sejauh musim ini dan kebugarannya disangsikan. Paling akhir. Bezzecchi punyai talenta besar, determinasi tinggi, dan yang terpenting. Sberpenghasilan murah, tetapi status sebagai rookie memerlukan waktu untuk menyesuaikan.

Berdasar rincian plus minus dari calon yang disebut sebelumnya, sekarang tinggal menerka fokus. Aprilia dalam memutuskan persyaratan penerimaan rider, apa itu untuk peningkatan motor, penghematan ongkos, atau memperlebar publisitas dengan instant. Bila menyaksikan trend yang dilaksanakan. Aprilia sepanjang 2 tahun terakhir, terang pabrikasi asal Italia itu terlihat menyimpan. Sperhatian lebih dari faktor tehnis berkaitan dengan peningkatan motor.

Hanya Nasib Buruk yang Bisa Gagalkan Joan Mir Meraih Juara MotoGP 2020

Franco “Franky” Morbidelli pada akhirnya merampas pole position di seri MotoGP Valencia sesudah jadi pembalap paling cepat dalam sesion kwalifikasi di Circuit Ricardo Tormo, di hari Sabtu.

Saat itu awalnya pada sesion Free Practice (FP) Takaaki Nakagami (Honda), Jack Miller (Ducati), Morbidelli (Yamaha) dan Alex Rins (Suzuki) sama-sama berkompetisi dan berganti-gantian jadi yang paling cepat dalam empat sesion free practice yang diadakan di hari Jumat dan Sabtu.

Pada sesion kwalifikasi 1 (Q1) pembalap KTM, Brad Binder jadi yang paling cepat. Dan sesudah sesion Q2 usai, Morbidelli, Miller dan Nakagami tempati grid paling depan, saat itu Alex Rins yang pada sesion free practice menjadi yang paling cepat, bersama kompatriotnya dari team Suzuki calon kuat juara MotoGP 2020, Joan Mir harus terseok, terlontar dari 10 besar, Mir akan mengawali balapan dari grid ke-4 (12) dan Rins lebih kronis yang perlu tertinggal di grid ke-5 (14).

Lantas bagaimanakah dengan El Diablo (panggilan Quartararo) kompetitor kuat Joan Mir dalam merampas titel juara MotoGP 2020, nasib buruk dirasakan oleh. Quartararo yang perlu mengawali balapan pas di muka Joan Mir di grid empat. Sstatus susah untuk ke-2 Pembalap, tetapi kelihatannya ini bisa menjadi titik konsentrasi camera kecuali status Pembalap paling depan.

Diambil dari Tribune Kalimantan timur.co Ada banyak hal yang memikat di sesion kwalifikasi. MotoGP Valencia ini, yaitu kecelakaan keras yang dirasakan oleh. Alex Marquez pada sesion Q1. Alex alami highside jatuh, terlontar dari motornya, tetapi mengucapkan syukur walau sempat pernah termenung sesaat. Ssaat sebelum mendapatkan kontribusi, Alex rupanya masihlah dapat lanjut mengikut kwalifikasi, walaupun pada akhirnya harus berhenti di. Q1, Alex akan start dari status 20. Untuk jaga hal yang tidak diharapkan. Alex Marquez dibawa ke rumah sakit untuk jalani pengecekan selanjutnya, dan hasilnya Alex baik saja.

Hal menarik ke-2 ialah hal “geramnya” El Diablo, Quartararo ke team tehnis Yamaha, Quartararo yang. Ssudah 3x memenangkan seri MotoGP di 2020 ini menyalahkan motornya. Syang dikatakannya tidak mempunyai kelebihan apa saja hingga ia susah untuk. Smemaksain M1 berkompetisi dalam mencatat waktu kebalik.

Joan Mir Juara Dunia MotoGP 2020, Meski Finish ke-7 di Valencia

Pertandingan balap MotoGP 2020 yang berjalan di circuit Ricardo Tomo, Valencia sudah usai. Laga yang berjalan Minggu 15 November 2020 jam 20.00 Waktu Indonesia Barat ini pada akhirnya pastikan Joan Mir dari team Suzuki menjadi juara dunia MotoGP 2020 walau masihlah ada satu pertandingan kembali di Portugis pekan kedepan.

Joan Mir umggul 37 point di atas runner up klassemen sementara dengzn keseluruhan sementara 162 point karena 7x naik tribune, hingga ditegaskan tidak tersusul kembali dan sukses amankan gekarnya. Pada MotoGP 2020 Valencia, Mir yang start pada grid 12 cuman masuk finis pada posisi ke tujuh.

Ini hari yang sukses baik tribune sebagai juara MotoGP 2020 Valencia ialah Morbidelli yang start dari grid 1 karena memenangkan set kwalifikasi Sabtu 14 November 2020.

Quartararo yang perlu start dari grid 11 alami tubrukan hingga tidak berhasil masuk finis. Walau masih menempati runner up klassemen sementara dengan 125 point, pointnya ketinggalan jauh dari Joan Mir. Bahkan juga keseluruhan pointnya sukses disetarakan oleh A. Rins dari team Yamaha yang ini hari masuk finis pada posisi keempat.

Ini hari yang naik tribune mengikuti Morbidelli dati team Yamaha ialah Miller dari team Ducati yang start dari grid 2 dan sukses masuk finis pada posisi ke-2 dan P. Espargaro dari team KTM yang masuk finis pada posisi ke-3 .

Selanjutnya beruntun masuk finis pada posisi ke 5 Binder dari team KTM, posisi 6 Oliveira dari team KTM, posisi 8 A. Dovizioso dari team Ducati, posisi 9 A. Espargaro dari team Aprilia dan posisi 10 Vinales dari team Yamaha.

Legendaris Valentino Rossi yang start pada grid 16 masih terseok di baris belakang walau kesempatan ini sukses masuk finis cuman pada posisi ke 12 dan cuman mempunyai 58 point pada klassemen sementara posisi ke 15. Pada MotoGP 2020 Valencia, kecuali Quartararo yang tidak berhasil masuk finis ialah Zarco dan Nakagami.

Klassemen sementara posisi 4 ditempati oleh Vinsles dengan 121 point, posisi 5 Morbidelli dengan 117 point dan Dovizioso pada posisi 6 dengan 117 point.

Rekor Juara Dunia Lewis Hamilton dan Makin Membosankannya Balapan Formula 1

Seri ke-13 MotoGP sudah diadakan di circuit Ricardo Tormo di Valencia, Spanyol (15/11). Balapan itu keluarkan Franco Morbidelli sebagai juara seri. Tetapi, usaha kerasnya tidak sanggup membendung cara Joan Mir menjadi juara dunia MotoGP 2020.

Hal tersebut karena Mir sanggup raih point yang cukup buat berkompetisi dengan rider pesaing. Sesungguhnya, kompetitor terdekat ialah Fabio Quartararo dan Alex Rins. Tetapi, ke-2 nya tidak sanggup raih point minimum 13 point semakin banyak dari Mir.

Saat semacam ini Mir perlu jaga jarak, alias tak perlu menang. Bahkan juga, dia tak perlu finish di tribune. Berlainan dengan 2 rider itu, apa lagi Franco Morbidelli.

Rider Italia itu malah memiliki jarak terbanyak, yakni 45 point saat seri ini diadakan dan cuman tersisa satu seri kembali di Portimao, Portugal. Tetapi, bila menyaksikan status start-nya, malah Morbidelli yang paling prospektif untuk jaga harapan supaya Mir tidak pesta dahulu di Valencia.

Morbidelli meraih kemenangan di seri Valencia (15/11). Gambar: Motogp/Trans7/Useetv Tapi, semungkin-mungkinnya rumus matematika, tetap ada yang lebih sesuai kenyataan. Hal tersebut karena rider yang lagi ada di pucuk klassemen ialah Joan Mir.

Apa spesialnya Joan Mir?

Pertama, ia nampak selalu konsentrasi saat jalani tiap seri. Kunci pertama yang penting itu dipunyai Mir semenjak ia mulai mengetahui kekuatannya di kejuaraan pada seri keempat yang diadakan di Red Bull Ring, Austria (16/8).

Pada balapan itu Mir sanggup finish ke-2 . Dia menunjukkan kekuatannya dalam mendahului dan bertarung dengan rider yang lain lebih dulu ada di status lebih bagus darinya.

Karena kesuksesan itu, dia mulai terlatih jalani balapan dengan harus mendahului rider yang lain sanggup lakukan start lebih bagus darinya. Kebenaran, ada satu permasalahan yang dipunyai Suzuki sepanjang musim ini, yakni motornya kesusahan untuk mencatat waktu paling cepat di sesion kwalifikasi.

Mengakibatkan, dua rider Suzuki, Mir dan Rins, harus selalu berusaha keras memulai balapan dan jaga konsentrasi dalam cari kesempatan untuk mengalahkan rivalnya. Konsentrasi berikut yang rupanya dipunyai oleh Mir dan membuat dapat raih hasil lebih baik dari Rins semenjak Red Bull Ring sampai Le Mans, Prancis (11/10).

Yang Bisa UMKM Pelajari dari Joan Mir

Gelar dapat diperoleh, tidak masalah harga pemain dan pelatih yang tidak lumrah! Real Madrid, Man City, Pabrikasi Honda atau Yamaha, dan deretan yang lain yang ikut ikut-ikutan dan mendadak kaya tiba-tiba, berlomba-lomba membuat team dengan uang. Tetapi berapa saja jumlahnya gelar yang mereka raih, tidak cukup membuat saya berdecak.

Kesuksesan beberapa semenjana, yang dengan bekal sedikit dana dan beberapa ribu determinasi, jauh punyai narasi. Denmark (Eropa 1992), Blackburn Rovers (Premier League 1995), Kaiserlautarn (Bundesliga 1997), Yunani (Eropa 2004), FC Porto (Liga Champion 2003) sampai Persik Kediri (Liga Indonesia 2005), sedikit contoh yang dapat memberi kita pelajaran, jika besarnya nominal bukan agunan memegang gelar.

Tempo hari, satu kembali yang memberikan kita pelajaran sama. Lewat rider Joan Mir dan team mediokernya namanya Suzuki Ecstar. Mereka memperlihatkan jika kerja betul dan kreasi, dapat menajamkan anggaran yang pijakl. Awalnya, (2012-2014) Suzuki mangkir seri MotoGp karena masalah keuangan.

Saat come back juga sampai saat ini, manjadi pabrikasi dengan anggaran minim. Kesuksesannya ini hari, karena kekuatan mereka mengotimalisasi apa yang ada dengan konsentrasi.

Pertama, mengambil rookie yang murah dan meriah, Joan Mir hanya punyai 1 titel juara dunia, itu juga moto3 sekian tahun lalu, dan ini baru tahun ke-2 nya di kelas moto GP.

Ke-2 , tidak mempunyai team satelit, keuntungan ini membuat dana mereka tidak terdiri, dan malah fokus membuat satu produk dengan keseluruhan.

Ke-3 , membuat budaya kekerabatan semestinya Team Satelit, yang malah memungkinkannya mereka sama-sama share data, juga emosi.

Ke-4, sadar jika motor GSX-RR adopsi mesin inline 4 yang ketinggalan dari V4 punya Honda dan Ducati di trek lempeng. Steam Suzuki meningkatkan sasis dan swingarm yang pas dengan ban Michelin. Skonstan saat menikung dan membuat pembalapnya stabil raih point. Kalah di track lurus, tetapi cekatan di kelokan.

Filosofi ini sesuai apa yang dapat kita saksikan pada cerita Daud menantang Jalut (terkenal bernama Goliath). Bagaimana yang kecil, jumawa di depan yang besar. Pikirkan, Jalut yang berperawakan bak raksasa, berpakaian tembaga perang, membawa. Ssenjata mematikan, dan semenjak kecil telah dibesarkan sebagai seorang petarung, dan pada akhirnya jadi sisi dari pasukan militer.

Kualitas Lewis Hamilton Juara Dunia F1 Bukan Kaleng-kaleng, Nyetir Ban Bocor pun Bisa Menang

Lewis Hamilton mendapatkan titel juara dunia musim 2020 dalam kurun waktu empat bulan. Periode saat yang cepat sekali dibandingkan musim-musim awalnya.

Ini semua terwujud sehubungan wabah corona menulari banyak negara. Kalender F1 ikut dibongkar dan diperpendek jadi 17 grand prix (GP) bulan dari musim awalnya 21 GP.

Balapan yang semestinya start pada Maret pada akhirnya digeser pada Juli di circuit Red Bull Ring, Austria.

Selanjutnya, GP Turki jadi saksi kemenangan Lewis Hamilton sekalian menguatkan titel juara dunia ketujuh pada 15 Nopember 2020.

Dia menyamakan rekor Michael Schumacher dalam pencapaian titel juara dunia paling banyak sejauh riwayat F1.

Perolehan fantastis. Geliat Lewis Hamilton telah nampak dari musim 2014. Dia memutuskan supremasi pembalap Jerman Sebastian Vettel dalam raih titel juara empat musim beruntun.

Factor yang memberikan dukungan kemenangan Lewis ikut dikuasai peforma team Ferrari yang melempen (saat ini tempati status keenam klassemen konstruktor), sementara Max Verstappen 4x tidak berhasil menuntaskan balapan.

Tapi, dianggap atau mungkin tidak, Lewis dan Mercedes musim ini demikian kuat. Selama ini, dari 14 seri yang telah terlintasi, Lewis mencatat 6 kali lap paling cepat di setiap grand prix.

Tidaklah aneh jika tampil lelucon di internet jika pembalap lain cuman memiliki tekad untuk mengecilkan jarak dengan Lewis Hamilton yang nyaris ditegaskan meraih kemenangan di setiap grand prix.

F1 masih tersisa 3 grand prix kembali sampai Desember kelak. Tapi minimal, ada dua kejadian bagus yang saya perhatikan semenjak Lewis start dari GP Austria sampai di Turki.

Bukti-bukti di bawah ini bercerita banyak perjalanan Lewis sampai dikukuhkan sebagai juara dunia.

  1. Penalti

Kekuatan Lewis menyopir kendaraannya Mercedes W11 EQ dianggap benar-benar memikat. Tetapi, dia nampaknya harus lebih bersabar untuk mematuhi peraturan balapan.

Memulai musim di GP Austria, Lewis diganjar hukuman penalti 5 detik yang akhiri tempatnya turun ke rangking ke-4.

Hukuman diberi karena perlakuan agresifnya saat bertemu dengan pembalap Red Bull Racing Honda Alex Albon yang mendahuluinya dari segi luar pada lap ke-61.

Lewis arahkan ban depannya berkenaan ban belakang mobil Alex Albon saat ke-2 nya beradu di kelokan. Akhirnya, Albon kehilangan kendalian dan keluar dari trek trek, sementara Lewis dan kendaraannya aman dari kejadian itu.

Penalti yang unik dan sangat jarang diterima Lewis Hamilton saat memainkan balapan grand prix Russia pada 27 September 2020.

Dia terima double setop/go penalti, 5 detik karena stop di pintu keluar pit setop dan 5 detik untuk ilegal start di saat bertepatan.

Lewis yang pimpin balapan sepanjang 17 perputaran harus stop di pit lane sepanjang 10 detik.

Tempatnya juga merosot ke status 11. Dengan tersisa 35 perputaran, ia lagi berusaha untuk menggantikan kembali pimpinan balapan yang dikuasi rekanan segrupnya Bottas.

Tetapi, perjuangan itu gagal karena dia cuman sanggup finish di posisi ke-3 .

Contoh yang lain, di Italia, dia terima 10 detik setop/go penalti karena masuk di pit setop saat pit setop ditutup untuk keluarkan safety car susul kejadian kecelakaan tunggal Kevin Magnussen.

Dia tidak berhasil naik tribune dan memberikan status juara pertama ke pembalap Prancis Pierre Gasly.

Nampaknya cuman hukuman penalti yang dapat menghalangi Lewis untuk memenangkan balapan.

Prestasi Seorang Valentino Rossi Selain di Ajang MotoGP

Valentino Rossi siapa tidak mengenal dengan figur rider yang ini. “The Doctor”, demikian julukannya adalah salah satunya ikon rider dalam riwayat MotoGP. Kemampuan yang paling mempuni, prestasi yang keren, hubungan emosional dengan beberapa penggemar, dan ada banyak kembali aspek yang lain yang membuat dia benar-benar dikenali.

Rossi sendiri sudah mengawali karier balap di gelaran Grand Prix semenjak umur 17 tahun lewat agen bola online terpercaya gelaran GP 125cc di tahun 1996 kemarin. Dan titel juara dunia pertama kalinya dia capai di tahun 1997. Tahun 2000, dia sukses naik kelas untuk bersaing di gelaran MotoGP yang saat itu tetap berformat GP500 bersama team Nastro Azzuro Honda.

Walau dengan status pendatang baru, The Doctor sanggup raih hasil yang paling cemerlang. Dia sanggup raih 2x kemenangan dan tempati status runner-up klassemen akhir kejuaraan. Benar-benar mengagumkan kan? Selanjutnya dalam waktu 5 tahun beruntun, dia sukses jadi juara dunia bersama pabrikasi Honda dan Yamaha.

Walau sempat pernah kehilangan gelar di tahun 2006 dan 2007, Rossi sanggup kembalikan kesaktiannya yang raib di tahun 2008 dan 2009. Sayang sampai sekarang dia belum sanggup kembali raih gelar dunia. Keseluruhan Rossi telah mengepak 7 kali juara dunia dengan 89 kemenangan dan 199 tribune. Dia aktif berkarier di MotoGP sampai musim 2020 ini, sekalian membuatnya sebagai rider paling tua di starting grid.

Berbicara Valentino Rossi tentu berbicara mengenai MotoGP. Karena perolehannya tidak disangsikan kembali. Walau demikian perolehan dan prestasi seorang Rossi tidak cuma di atas kuda besi saja. Kesempatan ini kami akan mengulas 5 prestasi Rossi yang sukses dia ukir di sejumlah gelaran balap dunia…

  1. Formulasi One

tmcblog.com

Formulasi 1 adalah salah satunya gelaran balap prestise di dunia dari segmentasi mobil atau roda empat. Balapan ini sudah diawali semenjak tahun 1950-an. Sepanjang itu juga deretanan nama rider besar turut berperan serta dalam gelaran balap ini. Sebutlah saja Juan Manuel Fangio, Niki Lauda, Mario Andretti, Ayrton Senna, Michael Schumacher, sampai Lewis Hamilton.

Tidak bermain-main banyak pabrikasi dunia turut beradu gengsi untuk memperlihatkan siapakah yang terbaik di balapan Formula1 dan Ferrari ialah team dan pabrikasi yang tersukses dengan mengepak 14 kali juara dunia.

Tetapi tahukah kamu jika Formulasi 1 adalah gelaran balap yang pernah dicoba Valentino Rossi? Semuanya terjadi pada periode waktu 2004-2006. Waktu itu Rossi turun dalam sesion eksperimen yang dituruti oleh rider F1 lainnya. Hasilnya juga tidak jelek bahkan juga The Doctor sempat pernah tempati status 15 besar.

error: Content is protected !!