Terpopuler & Terbesar di Indonesia

Author: Gertrude Harrison (page 2 of 5)

Siapa Juara MotoGP 2020?

Ajang MotoGP 2020 sudah menuntaskan 11 seri, tinggal tersisa tiga seri balapan kembali yang akan berjalan bulan November kedepan. Dari status klassemen tidak ada pembalap yang dapat ditegaskan jadi juara dunia, Kompetisi masih ketat merebutkan 75 point optimal yang masih ada.

Dengan menyaksikan pada jalannya seri MotoGP 2020 yang sudah berjalan, kelihatannya akan susah ada pembalap yang sanggup hattrick merampas juara seri balapan.

Kesempatan merampas titel juara dunia MotoGP 2020 akan dipastikan oleh stabilitas beberapa pembalap, dan satu yang bisa menjadi aspek khusus dalam penetapan sukses merampas point yang masih ada ialah kepenguasaan pada circuit sebagai ajang balapan.

Seperti kita kenali, tiga seri sisa akan berjalan di Circuit Ricardo Tormo, Valencia, dengan gelar MotoGP Eropa dan MotoGP Valencia. Selanjutnya, serangkaian balapan MotoGP 2020 akan ditutup pada seri paling akhir MotoGP Portugal di Circuit Internasional Algarve, Portimao.

Saat sebelum membedah siapakah yang bisa menjadi jawara MotoGP 2020, seharusnya kita ulik sedikit siapakah yang akan berkilau di tiga seri sisa, seri ke 12 dan 13 yang akan berjalan di Circuit Ricardo Tormo, bila merujuk di hasil lomba musim kemarin. Fabio Quartararo kelihatannya akan kuasai balapan di Ricardo Tormo ini, musim kemarin Quartararo finis ke-2 ada di belakang. Marc Marquez yang musim kemarin menjalar, tetapi kemenangan Marquez atas. Fabio waktu itu didapat dengan kerja keras cuman beda 1.026 detik, diikuti oleh Miller yang. Sketinggalan 2.409 detik, Dovizioso finis ke-4, sementara. Joan Mir waktu itu sukses finish di status tujuh ketinggalan lebih 10 detik dari Marquez. Jika melihat dari data di atas Quartararo benar-benar diuntungkan oleh factor circuit.

Maverick Vinales terdaftar pernah. Sjadi jawara di circuit ini tetapi hasil itu ditorehkannya pada gelaran 125. CC di 2011 dan gelaran Moto3 di 2013, Rossi pernah menjadi raja pada tahun 2003 dan 2004.

Di MotoGP Valencia 2018 Davizioso yang keluar sebagai juara diikuti oleh Alex Rins di status Runner up. Seterusnya ada Johan Zarco dan Pol Espargaro pembalap yang pernah rasakan tribune di Circuit Ricardo Tormo.

MotoGP Hanyalah Pentas untuk Rider Italia dan Spanyol Saja

Dalam dua puluh tahun akhir, ringkas juara dunia MotoGP cuman dipunyai oleh beberapa rider dari 2 (dua) negara saja yakni dari Italia dan Spanyol.

Negara yang lain sempat pernah mengambil juara dunia tidak lebih dari 2 (dua) negara yakni Amerika Serikat (Kenny Robert Jr juara MotoGP tahun 2000 dan (alm) Nicky Hayden juara MotoGP tahun 2006) dan Australia (Casey Stoner juara MotoGP tahun 2007 dan tahun 2011).

Bahkan juga dalam 10 tahun akhir 9 juara dunia Moto GP salah satunya disikat oleh beberapa rider Spanyol. Bahkan juga di sejumlah tahun, Juara dan Runner Up terkuasai penuh oleh beberapa rider Spanyol

Tahun 2020 ini yang masih ada 3 seri balapan kembali, besar peluangnya juara dunia kembali dicapai oleh beberapa rider Spanyol. Seperti catatan paling akhir, puncak klassemen sementara ialah Joan Mir dari team Suzuki yang berkebangsaan Spanyol. Bagaimana dengan negara pesaing berat Spanyol?

Italia dalam tahun-tahun ini cuman sanggup tempatkan rider terbaik jadi Runner Up MotoGP seperti Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso. Negara yang lain yang berperan serta dalam gelaran berprestise MotoGP ini sekedar hanya pendamping kompetisi di antara pembalap Spanyol dan Italia saja.

Kita kenali bersama, jika 9 dari 24 rider MotoGP yang sah tercatat dalam gelaran berprestise ini berawal dari Spanyol, dan 6 dari 24 rider MotoGP yang sah tercatat berawal dari Italia. Keseluruhan rider dari 2 negara ini telah capai 62,5% dari semua. Srider elits yang sah tercatat dalam gelaran balap berprestise MotoGP Tahun 2020.

Tidak salah bila kita mengatakan jika MotoGP pada sebuah dasawarsa paling akhir ini bukan laga. Sbalap motor dunia tetapi hanya laga balap motor antar 2 negara di Eropa. Dengan keadaan seperti ini dicemaskan makin lama akan menggerus. Sintensif apresiasi beberapa pemirsa setia Moto GP dunia dalam mengikut laga di tiap serinya.

Tahun 2020 ini sedikit berlainan, tetapi supremasi dua negara adidaya dalam MotoGP ini tetap kental berasa. Bermula dari wabah Covid-19 yang mengakibatkan beberapa seri kejuaran. MotoGP diurungkan realisasinya. Ssampai pada akhirnya. Sditetapkan cuman bakal ada 14 atau 15 seri MotoGP dan keseluruhnya dikerjakan di Benua Eropa.

Catatan dari MotoGP Teruel, Frankie Raih Gelar Kedua, Honda Hancur Lebur

Persyaratan menjadi juara balapan ialah dengan menaklukkan pembalap lain. Persyaratan menjadi juara dunia ialah dengan menaklukkan diri kita…” [/H2]

Tidak ada “juara 9/11” alias rider ke-9 sebagai juara di seri kesebelas MotoGP yang berjalan di circuit Aragon Ahad tempo hari. Franco “Frankie” Morbidelli, juara seri ke enam di San Marino, pada akhirnya berjaya kembali untuk merampas gelar ke-2 nya di GP Aragon jilid dua, yang sekarang namanya GP Teruel. Kemenangan ini sekalian jadi tribune ke-3 untuk Frankie sebelumnya setelah dia sukses merampas tribune dua di GP Brno, Republik Ceska. Kumpulkan 112 point, Frankie sekarang buka kesempatan dalam kompetisi untuk merampas gelar Juara Dunia MotoGP 2020.

Moto GP 2020 sekarang semakin hebat karena masih ada 75 point dari tersisa tiga seri yang akan ditandingkan. Dengan begitu, 14 pembalap bisa mimpi untuk raih titel juara dunia, tentu saja dengan peluang dari yang terbesar sampai hampir tidak mungkin. Kebalikannya 9 pembalap terhitung Marc Marquez dan Rossi, harus terpaksa lupakan mimpi jadi juara dunia 2020 karena point yang mereka mengumpulkan tidak mungkin kembali untuk memburu title juara dunia 2020.

Penulis semula telah membuat catatan siapa calon rider ke-9 sebagai juara di GP Aragon jilid ke-2 . Mereka itu ialah pembalap Honda, Takaaki Nakagami (pemegang pole) dan Alex Marquez (back to back tribune dua)

Nama Joan Mir (tribune tiga GP Aragon jilid I) tidak masuk karena status start yang begitu jauh (status 12) dan dapat ditegaskan jika dia akan bermain aman saja di GP Teruel ini.

Sementara untuk calon yang lain, penulis masukkan nama Alex Rins sebagai calon pertama, lalu nama Maverick Vinales dan Frankie Morbidelli. Kebenaran mereka ini pernah raih titel juara seri. Sekalinya pantas difavoritkan, tetapi nama Fabio Quartararo tidak ditempatkan karena permasalahan psikis. GP Teruel belum diawali, tetapi pemikiran. Quartararo telah ke arah GP Valencia. Skarena dia yakin jika dia tidak sukses di GP Teruel. Quartararo bahkan mengharap supaya Takaaki saja yang memenangi balapan ini, janganlah sampai Rins apa lagi Mir. Alamak! lebay…

Franco Morbidelli Akan Berjuang Maksimal untuk MotoGP Valencia 2020

Dengan bertokolnya Joan Mir di pucuk klassemen Motogp setelah ajang GP Teruel yang berjalan di circuit Motorland Aragon 25 Oktober tempo hari, mengisyaratkan untuk pertamanya kali rider Suzuki tempati pucuk klassemen semenjak Kenny Roberts jr 20 tahun lalu.

Perolehan ini benar-benar mengagumkan terlebih jika ingat begitu kesusahannya Suzuki untuk bersaing di zaman Motogp 4 tidak yang telah berjalan semenjak musim 2002 ini. Karena hal tersebut pasti tidak ada kelirunya jika kita menyaksikan apa yang terjadi 20 tahun lalu saat akhir kali rider Suzuki jadi juara dunia.

Janji Kenny Roberts

Saat itu kelas Motogp masih dikenali dengan panggilan GP500 dan masih memakai tipe mesin 2 tidak dengan kubikasi 500cc. Motor GP500 dikenali dengan panggilan motor setan karena torsinya yang paling garang, torsi garang ini jadi tidak terprediksi dan tidak teratasi karena karakter mesin 2 tidak yang tidak linear hingga beberapa pembalap pada waktu itu benar-benar susah untuk rasakan peralihan tenaga mesin ke roda belakang, ditambah dengan teknolgi ban dan rem yang masih belum sebaik saat ini pada saat itu membuat beberapa rider berguguran satu-satu saat coba menaklukan motor setan GP500 ini.

Pada periode GP500 2 tidak ini rider Amerika bisa dengan gampang memimpin jalannya persaingan. Skarena sistem latihan dirt trek mereka yang secara efisien latih beberapa. Spembalap agar bisa mengatur torsi motor setan mereka itu secara baik.

Tetapi sejak kemenangan Kevin Schwantz di tahun 1993 tidak ada rider Amerika yang lain menjadi juara di GP500. Pada masa 1994-1998 ajang GP500 demikian dikuasai oleh rider Australia Mick Doohan di atas Honda NSR500 kepunyaannya.

Kevin Schwantz, rider Amerika paling akhir yang sanggup jadi juara dunia saat sebelum Roberts. Sumber Gambar: Wikipedia.org

Karena itu kejuaran dunia masuk di musim 1999, Mick Doohan diminta untuk pensiun oleh kecelakaan. Sluar biasanya pada seri Spanyol di circuit Jerez. Persaingan perebutan juara dunia juga jadi bagus sekali karena si juara bertahan tidak menjaga titelnya. Sbeberapa rider yang lain sejauh ini ter-overshadow oleh supremasi Doohan juga tampil dan berkilau merebutkan gelar pada musim 1999 ini.

Menerka Siapa yang Menyandang “Rookie of The Year” MotoGP 2020

Musim balap MotoGP 2020 akan selekasnya usai. Sisa 3 seri kembali yang perlu dijalani beberapa rider untuk kukuhkan diri sebagai juara dunia atau gelar yang lain yang berada di negara asia.

Salah satunya gelar yang pantas ditunggukan di gelaran ini ialah ‘rookie of the year’. Pada tiga musim paling akhir (2017-2019), gelar rider kiprahan terbaik disikat oleh tiga rider dari team satelit Yamaha (2) dan Honda (1).

Rider kiprahan terbaik pada 2017 ialah Johann Zarco. Ia mentas dari Moto2 sebagai juara dunia 2x berturut-turut. Perolehan pada musim pertamanya di MotoGP, membuat jadi rider berprospek periode panjang untuk Yamaha.

Tetapi, saat team Tech3 pisah dengan Yamaha, Zarco harus juga pisah dengan motor YZR-M1. Rider asal Prancis itu pilih bela KTM Faktory pada 2019.

Sesudah Zarco, ada rider MarcVDS Honda yang menyikat gelar rider kiprahan terbaik, yakni Franco Morbidelli. Rider Italia itu sukses menaklukkan beberapa pesaing sama-sama kiprahan, walau dengan kerja keras.

Sedang pada zaman baru Yamaha bersama Petronas SRT, gelar rider kiprahan terbaik direngkuh oleh Fabio Quartararo. Gelar ini menjadi cindera mata untuk Yamaha.

Karena, dengan kesuksesan itu, Yamaha bisa membesarkan hati motornya sebagai motor yang paling ramah dengan rider kiprahan. Disamping itu, mereka mempunyai kesempatan untuk melakukan investasi dengan rider kiprahan.

Dua hal tersebut cukup susah dilaksanakan oleh pesaing intinya, Honda dan Ducati. Honda condong main aman dalam menggandeng rider.

Mereka sama ambil rider yang telah eksper di MotoGP. Ini makin kuat saat kerja sama di antara Honda dengan MarcVDS usai, hingga cuman tersisa dua team pemakai motor RC213V.

Sedikit berlainan pada Ducati yang awalannya kuasai banyak slot team balap di MotoGP. Itu membuat mereka bisa menggandeng rider kiprahan.

Cuman, motor mereka masih susah untuk dikalahkan. Bahkan juga, ada satu peristiwa di mana dua rider di team satelit Ducati berkompetisi seru untuk merebutkan porsi motor detail pabrikasi. Maknanya, kompetisi yang dibuat Ducati terutamanya untuk rider kiprahan termasuk cakupan intern dibanding external.

Joan Mir Mayrata Juara MotoGP 2020?

MotoGP 2020 tinggal tersisa tiga race kembali, umumnya di beberapa akhir musim semacam ini calon juara dunia telah meruncing pada satu atau dua nama saja yang berkompetisi merampas titel juara dunia.

Musim 2020 ini jadi berlainan, sudah pasti tidak dapat kita sangkal ini ialah akibatnya karena mangkir panjangnya Marc Marquez yang luka. Beberapa nama seperti Valentino Rossi, Dovizioso, Maverick Vinales diprediksikan akan berkompetisi ketat untuk tampil jadi jawara MotoGP 2020, tetapi siapa kira satu nama yang berbau kencur, mendadak menyodok antara supremasi pembalap-pebalap senior, Joan Mir secara perlahan-lahan mulai menyikat di depan dan sekarang disebut. Ssebagai salah satunya calon kuat juara MotoGP 2020 melalui performa apiknya dalam beberapa seri terakhir.

Bila dibanding dengan salah. SAsatunya calon lain peraup titel juara dunia, Fabio Quartararo yang memperlihatkan performa bagus dan stabil dengan merampas dua race awalnya. Sdan sampai musim ini tinggal tiga race Quartararo sudah 3x menempati posisi teratas tribune, Joan Mir benar-benar tidak masuk di dalam. WSperhitungan kompetitor serius persaingan perebutan titel juara dunia musim 2020 ini.

Quartararo bersama pembalap-pebalap Yamaha yang lain nyaris selalu merampas pole position tiap race. Sdan nama Joan Mir dan rekanan sama-sama Suzuki Alex Rins selalu. Sterlontar dari barisan depan starting grid, tetapi disini ternyata kualitas. Joan Mir jadi diakui, tidak cuma karena stabilitasnya dalam merampas point. Sdi tiap race, tetapi karena kekuatannya menyikat di depan dari status start di baris tengah sampai sanggup mengasapi delapan sampai. Ssembilan pembalap di depannya dan menyerobot sampai dapat naik tribune, pasti ini jadi suatu hal yang bisa dikata mengagumkan. Slangkah Mir melalui pembalap di depannya benar-benar mempesona. Sseperti pergerakan tanpa bayang-bayang tanding dua pembalap di depannya mendadak. Mir tampil manfaatkan sela sempit sepersekian detik dan lalu mengasapi mereka dengan fantastis, walau tanpa tribune satu perform. Syang diperlihatkan oleh Mir membuat patut untuk merampas titel juara dunia musim ini.

Siapa sich Joan Mir?, Pembalap berkebangsaan Spanyol kelahiran 1 September 1997 ini namanya. Skomplet Joan Mir Mayrata, perjalanan Mir di ajang balap dengan diawali berperan serta di Red Bull MotoGP Rookies Cup pada 2013 dan 2014.

Valentino Rossi Sudah Habis, Saatnya Joan Mir Meraih Gelar Juara Dunia

Mendekati ahir perputaran MotoGP tahun 2020 ini, dunia dikejuti dengan dijatuhkannya hukuman ke semua tim Yamaha, baik sebagai Construktor atau sebagai Tim – Petronas Yamaha SRT (satelit) dan Monster Energy Yamaha (pabrikasi).

Pada salah satunya adegan awalnya balapan di Jerez, Lucy Wiryono (presenter MotoGP – terima kasih Trans7) dan Joni Lono Mulia memberitahukan jika Yamaha waktu itu diambang kritis permasalahan mesin.

Menurut ketentuan MotoGP, tiap peserta memiliki porsi 5 mesin untuk semua musim 2020. Waktu itu karena bermacam kejadian, porsi 5 mesin itu hampir habis walau sebenarnya musim balapan baru ada di awal mula.

Kenyataannya sesi-sesi balapan selanjutnya, issue itu raib menguap demikian saja. Bisa di mememahami jika Lucy Wiryono dan Joni Lono tidak mengulas permasalahan itu kembali, karena acara itu di sponsori oleh Yamaha. Bahkan juga motor purwarupa Yamaha selalu unggul dalam set qualifikasi pada hari sabtu, walau belum pasti cemerlang mencetak kemenangan di balapan hari minggu.

Beberapa pemirsa juga ada yang telah lupakan informasi itu. Walau di beberapa penonton masih tinggalkan sedikit ganjalan, atau sebersit pertanyaan.

Nah pertanyaan itu terjawab pada kamis tempo hari, saat keluar informasi sah jika Yamaha dijatuhkan hukuman. Bahasa yang dipakai ialah Yamaha tidak menghargai (disrespect) ketentuan yang sudah disetujui. Jadi di sini Yamaha dipandang tidak punyai kehormatan.

Yamaha secara sembunyi-sembunyi (tidak memberikan laporan) pengubahan mesin yang dilaksanakan dalam rencana mengatasi permasalahan tehnis yang ada.

Wujud hukumannya ialah pengurangan nilai yang lumayan besar. Yamaha sebagai Construktor dikurangi 50 point (membuatnya terlontar ke urutan ke-3 di bawah Suzuki dengan beda 5 point).

Sedang dalam rangking Tim, Petronas Yamaha SRT lengser ke status 2 di bawah Suzuki Ecstar dengan beda 44 point. Bahkan juga si pabrikasi, Monster Energy Yamaha terlontar sampai nyaris di status buncit (5 dari 6 tim). Dengan besarnya nilai hukuman karena itu dapat diambil kesimpulan ini ialah pelanggaran dengan kelompok berat.

Akan tetapi ada banyak suara yang memandang hukuman itu masih tidak cukup. Diantaranya ialah Marc Marquez. Ia mencuitkan secara sarkas, semestinya rider Yamaha dikenakan pengurangan nilai, karena mereka dapat raih point kemenangan berdasar tunggangan yang memiliki kandungan manipulasi.

Pol Espargaro Raih Pole GP Valencia di Tengah Skandal Yamaha!

FIM MotoGP stewards pada akhirnya keluarkan pengakuan sah yang dalam ketetapannya memberi hukuman Yamaha sebagai Manufacturing dan Tim Yamaha dengan ancaman pengurangan Poin karena Yamaha bisa dibuktikan tidak menghiraukan Prosedur untuk mengomunikasikan hal penggantian part ke MSMA.

Pabrikasi Yamaha sendiri mendapatkan ancaman pengurangan nilai sekitar 50 Point. Team MEY (Monster Energy Yamaha MotoGP) mendapatkan pengurangan sekitar 20 point, sementara team PYSRT (Petronas Yamaha SRT MotoGP) mendapatkan pengurangan sekitar 37 point. Nilai pengurangan point ini berdasar ke pencapaian Yamaha/team di saat peristiwa di Circuit Jerez jilid satu.

Saat itu sebagai juara ialah Quartararo, dituruti oleh Vinales. Morbidelli sendiri ada di urutan ke-5, sedang Rossi tidak mendapatkan nilai karena mesin motornya memiliki masalah.

Pabrikasi Yamaha mendapatkan ancaman dobel point. Dengan begitu mendapatkan pengurangan 2 x 25 yaitu 50 point. MEY (melalui Vinales) mendapatkan pengurangan 20 point. PYSRT (melalui Quartararo dan Morbidelli) mendapatkan pengurangan 36 point plus 1 point saat Morbidelli menggunakan mesin yang serupa pada sesion Latihan Bebas dan kwalifikasi di MotoGP Styria. Dengan begitu PYSRT keseluruhan mendapatkan pengurangan sekitar 37 point.

Meskipun FIM MotoGP stewards Yamaha menyebutkan Yamaha dijatuhi hukuman karena tidak menghiraukan Prosedur, tetapi fans MotoGP sudah mengetahui jika yang dimaksut ialah berkaitan klep/katup M1.

Sudah diketahui mesin M1. Spertama (dari 5 porsi mesin untuk team Non-konsesi) punya Rossi “meninggal” saat balapan, dan punya Vinales saat sesion. Free practice di seri pertama MotoGP Jerez.

Rasa ingin tahu pada “kualitas” mesin. M1 pada akhirnya ditutupi karena Quartararo sukses raih titel juara pertama. kalinya dengan M1 pertama, dituruti oleh Vinales (M1 mesin ke-2 )

Di Jerez jilid dua (MotoGP Andalusia) Quartararo sukses raih gelar ke-2 sesudah buka mesin M1 ke-3 dan M1 ke-4! Mesin M1 pertama dan M1 ke-2 ringkas masuk gudang dan tidak pernah digunakan kembali. Beberapa pemerhati MotoGP menyangka jika mesin-mesin itu akan dimainkan Quartararo pada beberapa seri akhir balapan sebagai senjata terakhir!

Nahasnya, mesin M1 Morbidelli meninggal di MotoGP Andalusia ini. Sepasang “bangkai” M1 punya Vinales dan Rossi selanjutnya diterbangkan ke Iwata (basis Yamaha) untuk diotopsi. Ini tentu saja memiliki kandungan konsekuensi. Jika segel dibuka, karena itu mesin jangan digunakan kembali.

Joan Mir Mantap Banget di MotoGP Europa 2020

Balapan MotoGP keduabelas dari 14 seri yang dipersiapkan sudah habis pada Minggu, 8 November 2020. Berada di circuit Valencia yang diganti namanya jadi MotoGP Eropa, rupanya berjalan pada keadaan bagus, yakni balapan kering.

Bila mengikut semua sesion saat sebelum balapan, pasti kita ketahui jika beberapa sesion dinaungi cuaca kurang aman, yakni hujan. Itu terjadi di sesion kwalifikasi yang membuat semua rider tidak memicu motornya dengan kecepatan yang bagus sama dalam free practice ke-2 .

Hasil kwalifikasi tempatkan Pol Espargaro sebagai pengisi start paling depan (pole position), dituruti Alex Rins, Takaaki Nakagami, Johann Zarco, Joan Mir, dan Jack Miller. Maknanya, ada dua rider Suzuki start di dua baris paling depan.

Itu nampak bagus, karena ke-2 nya sedang memiliki kesempatan jadi juara dunia. Terutamanya, Joan Mir yang mempunyai kesempatan semakin besar sekalian sedang dengan status sebagai pimpinan klassemen sebentar.

Balapan diawali, dan ada salah satunya panorama unik, yakni ada rider yang perlu memulai balapan dari pitlane, yakni Maverick Vinales. Dia memperoleh penalti karena memakai mesin keenam dari 5 porsi mesin yang diputuskan.

Tetapi, konsentrasi beberapa pemirsa lebih tertuju pada beberapa rider yang berebutan status paling depan. Pol dan Alex Rins berusaha keras pimpin balapan. Tapi, Rins nampak cepat menyetel dengan temperatur ban dibanding Pol yang memakai ban depan Hard–belakang Media.

Berlainan dengan Alex Rins yang memakai ban gabungan Medium-Medium. Itu dipakai oleh Joan Mir.

Menyaksikan opsi bannya yang serupa, tampil prediksi jika duet Suzuki ini akan selekasnya kabur, alias membuat jarak dengan rider ada berada di belakangnya. Hal tersebut cukup nampak dari bagaimana Rins nampak susah ditemukan celahnya oleh Pol.

Berlainan dengan Mir yang awalannya harus bertanding dengan Miguel Oliveira dan Pol Espargaro. Pada akhirnya, nama paling akhir sukses disalip oleh Mir.

Saat semacam itu, mulai tertebak jika duet Suzuki akan susah dikejar. Jarak juga sempat pernah melebar di antara Mir dengan Pol yang sempat pernah dipepet oleh sama-sama rider KTM, Oliveira.

Konsentrasi juga makin ke arah episode pemburuan Mir pada Rins. Status 1-2 Suzuki itu benar-benar memberikan keuntungan, terutamanya untuk Mir yang berusaha cari kemenangan pertama atau minimal menghindari jarak dengan kompetitor paling dekatnya, Fabio Quartararo.

Joan Mir Juara MotoGP Valencia, Kandidat Juara Dunia

Joan Mir semakin kokoh di pimpinan klassemen sementara sesudah memenangkan MotoGP seri Valencia ini hari. Joan Mir sukses mempecundangi rekanan teamnya sendiri, Alex Rins, yang perlu senang berdiri dipodium dua. Pol Espargaro yang mengawali balapan dari status pole, lengkapi di tribune tiga.

Seri Valencia benar-benar berjalan penuh surprise. Fabio Quartararo yang usaha mendapatkan hasil baik untuk masih berkompetisi merampas titel juara dunia, tersuruk ke gravel dan cuman sanggup finish ke 14. Morbidelli tidak dapat banyak berbuat.

Hasil tambah jelek dicapai pembalap Yamaha MotoGP. Vinales harus mengawali balapan dari pitlane karena memakai mesin tambahan, sementara Valentino Rossi yang telah pulih dari Covid-19 dan dapat balapan kembali, motornya berhenti dan harus keluar dari seri Valencia tanpa point.

Sebenernya pembalap Honda ada juga yang sial. Alex Marquez jatuh dan tidak berhasil raih point. Begitupun dengan Cal Crutchlow. Untungnya Takaaki Nakagami selamatkan muka Honda dengan raih status 4. Stefan Bradl lengkapi dengan finish di status duabelas.

Joan Mir gagah (dok.motogp.com) Jalannya Balapan

Seri Valencia berjalan 27 lap. Pol Espargaro lakukan start prima dan pimpin balapan. Rins di urutan ke-2 dan Mir lalui Nakagami buat status 3. Masuk kelokan 8, Quartararo sliding dan terbawa ke gravel. Team Petronas shock. Quartararo kembali ke track dan balapan di nomor paling buntut.

Lap ke-2 , gampang saja Rins lalui Pol buat status 1. Rins pimpin balapan saat ini. Rins tulis fastest lap 1:32:603. Lap ke-4, Mir lalui Pol buat urutan ke-2. Di lap ini, motor Rossi berhenti dan mau tak mau out dari balapan. Bagnaia jatuh dan out dari balapan. Tidak lama, Cal Cruthclow ikut-ikutan jatuh dan out.

Rins tidak dapat disepelekan (dok.motogp.com) Lap ke-8, Rins head to head dengan Mir berebutan status 1. Tetapi Rins masih tutup sela. Hebat three sekarang ini ialah Rins, Mir dan Pol Espargaro. By the way, Rins dan Mir sama memakai ban media untuk ban depan dan belakang. Sementara Pol memakai hard dan media.

error: Content is protected !!